Antisipasi Dampak Konflik Global: Pertamina Internasional EP dan KBRI di Aljazair, Perkuat Kemampuan Tanggap Darurat Melalui Penandatanganan Kesepakatan Pelindungan Tenaga Kerja di Aljazair

Bandung - Merespon situasi politik global saat ini, PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP), melalui anak usahanya PT Pertamina Algeria Eksplorasi & Produksi (PAEP) bersama Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI)  Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (KEMLU RI) serta Duta Besar RI di Alger, Republik Demokratik Rakyat Aljazair menandatangani Rencana Kontigensi Evakuasi Personel PAEP di Aljazair, dengan tujuan meningkatkan sinergi, koordinasi, dan kemampuan tanggap darurat untuk pelindungan tenaga kerja di Aljazair. Agenda dilaksanakan pertengahan Mei lalu, Kamis, 16 Mei 2024.

Dalam agenda ini, Country Manager PAEP, Jon Erwin bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Aljazair, Chalief Akbar serta disaksikan Judha Nugraha, Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia, KEMLU RI menandatangani kesepakatan yang  dirancang untuk memfasilitasi kerjasama dalam berbagai aspek, termasuk pertukaran informasi, mobilisasi sumber daya, dan program pelatihan, guna memperkuat kapasitas kolektif mereka dalam mengelola dan merespons keadaan darurat.

Dihubungi terpisah, Jaffee A. Suardin Direktur Utama PIEP menyatakan antusiasmenya mengenai kemitraan ini, "Pekerja PAEP cukup banyak yang berada di Aljazair, sehingga salah satu fokus utama adalah keselamatan dan komitmen untuk melindungi pekerja Indonesia yang berada di luar negeri.  Semoga dengan kerja sama ini, kami dapat merespons lebih efektif terhadap situasi darurat apa pun, memastikan keselamatan dan kesejahteraan pekerja dan aset-aset kami."

Tujuan utama kesepakatan ini  mencakup peningkatan sinergi kedua belah pihak terutama saat kondisi darurat, untuk meningkatkan efektivitas saat penanganan krisis.  Upaya terkoordinasi  ini nantinya diharapkan dapat menyelaraskan komunikasi dan upaya respons selama situasi darurat.

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk Aljazair, Chalief Akbar, menyampaikan bahwa penanganan kedaruratan juga merupakan tugas dari kedutaan besar Indonesia yang berada di Alger, ibukota Aljazair. Dan sejalan dengan perkembangan kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang dinilai memiliki potensi melebar dan mempengaruhi kondisi negara-negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, maka dirasa penting untuk mitigasi apabila PAEP memiliki rencana kontijensi kedaruratan untuk proses evakuasi pekerja WNI.

Selain penandatanganan kerja sama, dilakukan juga pertemuan sekaligus diskusi  KEMLU, KBRI, dan PAEP dengan  beberapa  topik bahasan seperti situasi keamanan dan potensi ancaman, kegiatan operasional Pertamina dan Rencana Kontijensi Keadaan darurat di Aljazair.

Dalam diskusi Penyusunan Rencana Kontijensi ini, Country Manager PAEP, Jon Erwin turut menyampaikan bahwa kolaborasi dan sinergi antara  PWNI - KEMLU, KBRI, dan PAEP ini bisa menjadi pijakan perusahaan kedepannya dalam konteks penanganan kedaruratan di Aljazair. Beliau juga berharap kedepannya inisiatif ini dapat terus berkembang dan bisa menjadi acuan bagi entitas Pertamina dan Kementerian BUMN lain yang memiliki wilayah kerja di luar negeri.

Selain itu, kerjasama ini juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kedua organisasi dalam merespon tanggap darurat serta respon cepat  yang lebih baik untuk melindungi tenaga kerja sebagai human capital, dan aset operasi Pertamina di Aljazair.

Judha Nugraha menyampaikan, "Kementerian Luar Negeri sangat antusias untuk melanjutkan  kemitraan yang sudah berjalan dari beberapa tahun sebelumnya.  Melalui kerja sama ini  kami memperkuat kemampuan personel untuk mengatasi situasi darurat baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Keahlian bersama yang akan dicapai memungkinkan kami untuk memberikan bantuan dan dukungan tepat waktu kepada mereka yang membutuhkan," pungkasnya mengakhiri wawancara.

Kolaborasi antara PIEP serta anak usahanya adalah  sebagai bagian dari perusahaan BUMN pertama yang menginisiasi pelindungan warga negara Indonesia umumnya dengan Kementerian Luar Negeri, menghasilkan kesepakatan yang merupakan tonggak penting dalam upaya keduanya untuk memastikan pelindungan dan keselamatan pekerja Indonesia yang ada di luar negeri.

Other News