Proyek Pengembangan MLN Field Blok 405 Fase Ke-4 Menuju Babak Baru

Pada MLN field blok 405a, Pertamina sebagai operator, telah memasuki fase selanjutnya, yang mana proyek ini akan melewati proses FEED (Front End Engineering Design). Para pelaksana proses ini adalah kontraktor teknik yang berasal dari Indonesia, yang mana hal ini dilakukan Pertamina untuk efisiensi biaya operasional dibandingkan harus menyewa pelaksana dari luar. Selain itu, hal ini menunjukan bahwa Indonesia memiliki kapasitas dan kemampuan yang baik di bidang SDM, khususnya dalam lingkup teknik yang akan dibangun di negara-negara asing.

Kunci utama keberhasilan FEED adalah studi keamanan dalam desain fasilitas, yang disebut dengan Hazard Identification (HAZID), Hazard & Operability (HAZOP), Tinjauan Rencana Plot, dan Enzid. Pertamina telah berhasil melakukannya seperti yang dijadwalkan pada tanggal 21-31 Januari 2017. Ini adalah hal yang penting untuk pelaksanaan desain teknik bagi fasilitas baru yang akan dibangun. Penyelenggaraan ini bukan hanya melibatkan tim proyek dari Pertamina, tetapi juga tim operasi di lapangan MLN yang berisikan pegawai dari Pertamina dan Sonatrach. Lebih jauh, proses FEED juga dihadiri oleh anggota CdG (Komite Manajemen), yang telah membuka acara.

FEED akan dilakukan seperti yang telah direncanakan dan dijadwalkan akan selesai pada April 2017. Dengan hasil ini, diharapkan pelaksanaan Proye Pengembangan Blok 405a fase ke-4 di MLN Field Aljazair akan mendorong dan memberikan nilai bagi pertamina di area internasional untuk implementasi proyek di masa mendatang.

Other News

;